"Menginspirasi anda semua"

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 19 Desember 2015

Sejarah Kelam Indonesia dan Misteri Lubang Buaya


Sumur Lubang Buaya terletak di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sekitar 20 kilometer dari pusat kota. Di sebelah selatannya terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia Cilangkap, sebelah utara Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, sebelah timur Pasar Pondok Gede, dan barat Taman Mini Indonesia Indah.
Tanah di seputaran bibir sumur berwarna merah kecoklatan dan kering. Bagian terdekat diberi terali besi bercat merah putih. Lantai marmer putih kilap mengelilingi sumur berdiameter 75 centimeter itu. Sebuah cungkup, bangunan seperti pendopo, memayunginya. Langit-langit bangunan ini diukir.

Tepat di atas lubang, sebuah cermin bergantung. Lewat cermin inilah orang bisa menatap dasar sumur yang diberi pelita. Kecuali nyala api tadi, tak ada apa-apa lagi di sana. Jangankan air, rumput pun tak tumbuh di sumur berkedalaman 12 meter itu.

Kalau Lubang Buaya ditata, itu bukan dimaksudkan untuk mengendapkan cerita rakyat tentang Datuk Banjir. Ada cerita lain yang punya dimensi politik, sekaligus jadi bagian sejarah Indonesia dengan segala kontraversinya. Di sanalah jasad tujuh perwira militer, enam jenderal dan seorang letnan, ditemukan dalam keadaan rusak. Peristiwa traumatik ini, terutama bagi militer Indonesia, dikenal dengan nama G-30-S PKI, kependekkan dari “Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia”.

Pembunuhan atas para perwira itu jadi antiklimaks ofensif PKI terhadap seteru-seteru politiknya. Militer memburu mereka yang dianggap bertanggung jawab. Kekuatan massa PKI habis dalam tempo cepat, menyusul pembantaian besar-besaran atas mereka di berbagai daerah oleh militer dan massa pro-militer. Sebagian di antaranya dijebloskan ke dalam penjara dan diasingkan ke pulau-pulau terpencil.

Kilas balik ofensif PKI, yang ditandai oleh pembentukan milisi dan sayap militer, sekurang-kurangnya dapat ditelusuri ke tanggal 23 Mei 1965. Saat itu, PKI menggelar peringatan ulang tahun. Dalam even ini, D.N. Aidit, ideolog PKI, menyeru kader-kadernya untuk meningkatkan sikap revolusioner.

Perayaan yang mirip ‘parade kekuatan rakyat’ itu semarak dengan poster-poster berisikan slogan-slogan PKI, termasuk propaganda pembentukan “Angkatan V”. Ini merujuk kepada kekuatan buruh dan tani untuk dipersenjatai dan dilatih kemiliteran. Empat angkatan yang telah terbentuk sebelumnya adalah militer angkatan darat, laut, udara dan kepolisian.
Ledakan kebringasan massa hanya tinggal tunggu waktu. Dan benar, seruan Aidit diikuti oleh terjunnya para eksponen PKI ke desa-desa membawa slogan “Desa Mengepung Kota”, tak ubahnya slogan Mao Tse Tung ketika mengobarkan revolusi komunisme di China.

Dalam aksinya, mereka meneriakkan kebencian terhadap unsur-unsur masyarakat yang dianggap jadi lawan-lawan politiknya. PKI mengekspresikannya dalam slogan “Tujuh Setan Desa”. Mereka adalah tuan tanah, tengkulak, bandit desa, tukang ijon, lintah darat, birokrat desa, dan amil zakat. Keadaan memanas, massa PKI melakukan serangkaian pembantaian dan pembunuhan sistematis terhadap “setan-setan” itu.

Aksi brutal PKI meresahkan rival-rivalnya. PNI (Partai Nasional Indonesia), NU (Nahdlatul Ulama), Parkindo (Partai Kebangkitan Indonesia), Partai Katolik, PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia), hingga IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia), siaga menghadapi berbagai kemungkinan seraya melontarkan berbagai kecaman. PKI di satu pihak dan lawan politiknya di pihak lain, berhadap-hadapan untuk suatu konfrontasi terbuka.

Pimpinan PKI di Jakarta, yang tergabung dalam Politbiro, lembaga kekuasaan tertinggi partai berlambang paru dan arit itu, menyambut reaksi seteru-seterunya dengan mempercepat pembentukan milisi. Juli 1965, kader-kader PKI berdatangan ke Lubang Buaya.

Di sana, mereka dilatih oleh sejumlah instruktur militer di bawah pimpinan Mayor Udara Sujono, Komandan Pasukan Pertahanan Pangkalan Halim. Tak hanya kaum pria, kader-kader PKI perempuan pun ikut serta. Kebanyakan dari mereka berasal dari organisasi yang sangat solid pada masa itu: Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia).

Di akhir latihan, mereka mendiskusikan berbagai persoalan politik, terutama sepak-terjang sejumlah jenderal yang dianggap korup dan dekaden hingga Indonesia dilanda krisisis. Saat itu, laju inflasi memang sudah mencapai dua digit. Antrean bahan makanan pokok berlangsung di mana-mana. Banyak rakyat yang kelaparan.

Massa PKI berang. Mereka berteriak-teriak meminta para jenderal itu dihadirkan ke hadapan mereka.

Letnan Kolonel Untung, komandan Cakrabirawa, pasukan pengawal kepresidenan, memerintahkan Letnan Satu Dul Arief untuk menjemput dan membawa jenderal-jenderal yang telah didata. Pasukan Pasopati yang dipimpinnya segera bergerak dari Lubang Buaya sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka menyebar ke sasaran masing-masing secara serentak.
Brigadir Jenderal Soetodjo Siswomihardjo, Brigadir Jenderal Donald Izaac Pandjaitan, Mayor Jenderal S. Parman, Mayor Jenderal MT Hardjono, Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R. Soeprapto dan Letnan Satu Piere Andries Tendean, mereka bawa ke Lubang Buaya untuk diinterogasi. Massa yang sedang kalap menganiaya mereka hingga tewas. Jenazah para korban lantas dibenamkan ke dalam sumur itu. [Versi lain mengatakan sebagian di antara mereka masih hidup ketika dijatuhkan ke sumur.]

Kisah-kisah menyeramkan pun segera mengalir. Soeharto, salah seorang jenderal yang selamat, mengkampanyekan kekejian massa PKI lewat dua koran milik militer: Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha. Disebutkan, sebelum dibunuh, para perwira itu disiksa dan dijadikan bagian pesta mesum Gerwani. Sejumlah perwira disayat-sayat kemaluannya dan matanya dicungkil.

Sebelum dibunuh, mereka dikelilingi kader Gerwani sambil menari-nari dan menyanyikan lagu-lagu rakyat yang sedang populer masa itu, seperti Ganyang Kabir atau Ganyang Tiga Setan Kota ciptaan Soebroto K Atmodjo, komponis Lembaga Kebudayaan Rakyat, organisasi underbouw PKI. Genjer-genjer, lagu pop yang sedang hit waktu itu, ikut menyemarakkan. Mereka yang sudah trance kemudian menusuk-nusukkan pisau ke sejumlah anggota tubuh para korban.

Koran-koran pun memberitakan, dalam suasana yang semakin panas, beberapa wanita menanggalkan busananya, dan tenggelam dalam ritual pesta “Harum Bunga”. Pesta ini sekaligus memuncaki pesta sebelumnya sebagai suatu rangkaian penanda berakhirnya latihan militer mereka. Ada berita lain yang menyebutkan, bahwa dalam pesta itu mereka melakukan hubungan seks liar. Seorang dokter diisukan memberikan pil-pil perangsang syahwat.
“Jelaslah bagi kita,” kata Soeharto, “betapa kejamnya aniaya yang telah dilakukan oleh petualang-petualang biadab dari apa yang dinamakan Gerakan 30 September.”

Mendapat dukungan massa, Soeharto mengambil-alih tongkat komando militer Indonesia. Ia memimpin upacara pengangkatan jenazah dari dalam sumur, mempertontonkannya kepada massa, dan mempublikasi data-data forensik tentang kerusakan jenazah dan penyebabnya. Kebencian akan PKI menyebar ke seantero negeri dan melahirkan perburuan besar-besaran pada tokoh-tokoh serta anggota partai tersebut.

Sudomo, bekas menteri Koordinator Politik dan Keamanan, mengatakan, ada sejuta massa PKI yang terbunuh. Angka ini jauh lebih kecil dari perkiraan peneliti masalah ini, yang menaksir antara dua sampai tiga juta orang.
Mereka yang selamat dari pembunuhan dipenjarakan dan diasingkan ke berbagai tempat, mulai Pulau Nusakambangan [wilayah selatan Indonesia] hingga Pulau Buru [wilayah timur Indonesia]. Hampir semua tahanan politik PKI, yang jumlahnya ribuan, dipenjarakan tanpa proses pengadilan. Bahkan surat penahanan pun mereka terima setelah bertahun-tahun berada di balik jeruji besi

Di tengah pertengkaran

Siang hari yang tak begitu jelas apakah itu siang atau pagi hari, karena sang mentari masih malu-malu untuk menampakkan sianrnya. Siang itu di tengah rintik hujan yang membasahi ratusan kaleng-kaleng bermesin.  Laki-laki yang berjenggot lebat itu seakan-akan seperti  iblis yang bertopeng Manusia, di tengah-tengah anak-anak kecil yang tak berdosa dia memarahi bidadari yang sudah menemaninya selama 15 tahun. Entah apa yang terjadi pada Laki-laki itu, aku terkesima dan seakan tak percaya dengan apa yang ku lihat dan ku dengar saat itu. Bu Mawar seperti seorang  pesakitan yang tengah didakwa oleh hakim durjana, ada rasa pilu yang kurasakan tatkala bu Mawar menangis, menangis pilu diantara suara yang meneror dirinya yang berasal dari orang yang selama ini menjaganya, orang yang telah memberinya anak-anak yang lucu dan pintar. Aku terdiam tak berkata hanya suara rintik hujan yang dapat menghiburku.

Tiga jam yang lalu kami masih bercanda dengan candaan yang biasa, namun setelah kedatangan Pak Anto dan Pak Deni semuanya berubah. Ku kira antara Pak Anto, Pak Deni dan Pak Badri terjalin persahabatan yang baik dan Erat ternyata yang kulihat adalah kenyataan semu. Ketika mereka bercanda ada setitik rasa sakit yang dipendam Pak Badri. Yang ku lihat adalah kebohongan semata, Pak Anto, Pak Deni dan Pak Badri memang bersahabat karena memang mereka sama-sama pernah mengabdi di Madrasah Aliyah Darunnajah Lampung, dan mereka seyogyanya bercanda seperti sahabat adanya, namun ada kemungkinan disana ada bu Mawar yang lost of control dalam pembicaraan mereka berempat. Bu Mawar terlibat di sana dan bu Mawar tidak meyadari kesalahannya, pak Badri setelah shalat Dzuhur seperti kesetanan dalam mengendarai mobilnya, rencana awal yang tadinya mau membeli beberapa ATK di toko buku terdekat di Alun-alun Kota, akhirnya dibatalkan sepihak oleh Pak Badri. Pak Badri begitu tersulut setelah Tukang Parkir yang sudah tua itu memarkirkan mobil pak badri dengan tidak hati lalu seketika itu juga, Pak Badri sekonyong-konyong berucap sangat tidak pantas sehingga pak Badri da Bu Mawar bertengkar sejadi-jadinya, sepanjang perjalanan telingaku panas mendengar cercaan dan makian diantara mereka, hingga akhirnya mereka merasa bosan dan tak menghiraukan aku yang tengah menumpang di mobil mereka.

Nasib beginilah nasib seorang karyawan yang masih belum Mandiri.

Jumat, 18 Desember 2015

10 NASEHAT KANJENG SUNAN KALIJOGO




1. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
 
3. Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dgn sikap bijak, lembut hati dan sabar)
 
4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
 
5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
 
6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
 
7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
 
8. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).
 
9. Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).
 
10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

Kamis, 17 Desember 2015

Hamzah Izzul Haq, Pelajar SMA yang Menjadi Direktur Utama

     

Mungkin sedikti orang yang tau, tentang kesuksesan seorang pemuda hebat, yang pada di usianya cukup belia dia bisa menduduki sebagai Direktur Utama di perusahaan nya sendiri dan memiliki keuntungan bersih ratusan juta dalam setiap bulannya. Hamzah Izzul Haq, pria kelahiran jakarta pada 1993 ini merupakan potret pemuda sukses, gigih dan penuh kerja keras, sehingga mampu menjadi seseorang yang sukses dalam bisnisnya pada usia yang sangat muda.

          Hamzah kecil memang sudah terlihat bakat di dalam bisnis. Ketika usia kecil dia sudah mulai berjualan kelereng, gambaran, petasan, koran bahkan pernah juga menjadi juru parkir, ojeg payung dan mengamen pun pernah dia jalani pada usia Sekolah Dasar.

          Hamzah sendiri bukanlah sosok anak yang berada pada keluarga yang kurang mampu, bisa dikatakan bahwa keluarga hamzah adalah keluarga mampu bahkan ayahnya adalah seorang dosen pada sebuah  universitas. Namun ayahnya melihat potensi yang dimiliki anaknya dalam bidang bisnis sehingga ayahnya memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi di dalam diri anaknya pada bidang bisnis tersebut.

          Sejak kelas 4 Sekolah Dasar sebetulnya Hamzah sudah terlihat mandiri, ia tidak pernah malu untuk menambah  uang saku jajannya, dia tidak pernah malu meskipun harus mengamen, menjadi tukang ojeg payung, menjual koran, dll. Hamzah selalu membeli buku dan jajan dari hasil keringatnya sendiri tanpa meminta-minta kepada orang tuanya.

          Akhirnya pada masa SMA sekita kelas 1, hamzah mengembangkan bisnisnya dengan membuka usaha pulsa, menjual buku dan bisnis game online. Dari usaha game onlinnenya ia isa meraup omzet  hingga 1,2  juta per harinya. Berkat keuletannya di dalam berbisnis dia bahkan bisa mendapatkan keuntungan sampai 950.000 per semester nya, jumlah yang cukup besar bagi pemuda yang seusia itu dalam menjalankan bisnis.

          Hamzah muda, tidak begitu saja mengalir lancar dalam menjalankan bisnisnya, tetapi ada lika liku kegagalan yang dia hadapi sehingga sempat membuat dia murung dan cukup beban berat baginya. Awalnya dia berani mengembangkan bisnisnya dengan membuka konter pulsa yang dijalankan tidak sendiri, tetapi dia mengambil orang untuk menjaga konter pulsanya tersebut, namun apa yang terjadi, bukannya untung yang dia dapatkan tapi pada akhirnya konter pulsa yang dibangunnya bangkrut karena penjaga yang tidak amanah, dan manajemen keuangan yang tidak teratur.

          Namun kegagalannya itu dijadikan pelajaran yang sangat berharga baginya, dia merenung dan membaca pengalaman-pengalaman orang-orang sukses lainnya yang juga pernah mengalami kerugian dan kegagalan bahkan jauh leih besar darinya. Kegagalannya itu tidak menjadikan dia lemah dan putus asa, tetapi malah menjadi penggugah semangat untuk bisa kembali menjalankan bisnis yang lebih besar lagi dengan melihat pengalamnnya masa lalunya.

          Hingga pada akhirnya, dia berkesempatan mengikuti sebuah seminar kewirausaahaan dimana pada saat itu, dia bertemu dengan seseorang kenalan yang menawarkan padanya usaha franchise sebuah lembaga Bimbingan Belajar yang pada saat itu ada salah satu cabang bimbel tersebut di daerah Jakarta Pusat yang ingin di Take Over denga harga sebesar 175.000.000,. pada saat itu Hamzah hanya memiliki uang sebesar 5 juta, kemudian karena tergiur dengan usaha tersebut dan mempertimbangkan prosfek usaha bimbel tersebut, dengan modal nekat hamzah mencoba melobi sang ayah untuk meminjamkan uangnya yang akan digunakan modal  membeli bimbingan belajar, kemudian sang ayah meminjamkan uang sebesar 70 juta, uang yang seharusnya dibelikan untuk sebuah modal namun dipakai dulu untuk modal bisnis anaknya tersebut. Kemudian hamzah melobi temannya untuk membayar 75 juta terlebih dahulu kemudian sisanya akan dibayar secara cicil.

          Akhirnya dari bisnis bimbelnya tersebut berkembang pesat, hamzah mampu mengantongi keuntungan sampai 360 juta per semester, dari keuntungannya itu ia putarkan kembali untuk terus mengembangkan bisnisnya itu,  akhirnya dia memiliki 3 lisensi franchise bimbel dengan rata-rata jumlah siswanya 200 orang ke atas, dengan keuntungan bersihnya sekitar 180 juta per semester. Sungguh angka yang luar biasa bagi pengusaha bisnis seusianya.

          Sukses dalam bisnis franchisenya membuat Hamzah termotivasi untuk membangun bisnis kerajinan Sofabed, hingga pada akhirnya tahun 2011, bisnis Hamzah telah resmi berbadan Hukum dengn sebuah nama CV. Hamasa Indonesia. Dan Hamzah Izzul Haq seorang Siswa tingkat SMA sebagai Direktur Utama pada perusahaannya tersebut yang omzet bulannnya bias mencapai total sekitar 100 juta.

Dalam perjalannya di dunia bisnis Hamzah mengamati beberapa hal penting yang tak bias dilewatkan bagi para pelaku bisnis muda laiinya. Pelajaran tersebut menjadikannya sosok pemuda sukses yang mampu berdiri mandiri tanpa harus terus meminta-minta kepada orang tua walaupun keadaan keluarganya adalah keluarga mampu. Hamzah selalu memperbaiki hubungan dengan siapapun, menjalin hubungan shilaturahmi dengan komunitas-komunitas positif, karena baginya komunitas atau lingkungan sangat berpengaruh penting bagi perkembangan dalam membentuk karakter dan jiwa kita. Memperbaiki hubungan dengan orang tua dan kepada sang maha pencipta Allah SWT. Dan selalu menanmkan jiwa dermawan, berbagi terhadap sesame, dengan bersedekah dan lain sebagainya.

          Itulah kisah sosok pemuda pemberani, pemuda impian, pemuda sukses berkat kerja kerasnya, tidak ingin selalu berpangku tangan kepada orang tua, serta mampu berdiri dan berlari meskipun mengalami kegagalan yang menjatuhkan semangat nya

Senin, 14 Desember 2015

Kualifikasi Akademik Seorang Guru

 Image result for gambar seorang guru

Mengingatkan kembali tentang Kualifikasi Akademik :
 
a. Guru harus memenuhi kualifikasi akademik S-1/D-IV paling lambat 31 Desember 2015. Apabila tidak dapat memenuhi kualifikasi akademik sampai batas waktu tersebut :
- Guru akan kehilangan haknya untuk mendapatkan subsidi tunjangan fungsional atau;
- Tunjangan profesi (kecuali bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV tetapi sudah mencapai usia 50 tahun pada 30 november 2013 dan mempunyai pengalaman masa kerja 20 tahun sebagai guru, atau mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a)
 
b. Bagi guru PNS dengan golongan II membuat surat pernyataan tentang kesanggupan menyelesaikan studi S-1 sebelum 31 Desember 2015
 
c. Dalam hal guru yang bersangkutan belum menyelesaikan studi S-1nya pada 31 Desember 2015, maka membuat surat pernyataan pengunduran diri sebagai guru dan mengajukan mutasi menjadi Jabatan Fungsional Umum (JFU).

Image result for gambar seorang guru

11 ALASAN WAJIB TERSENYUM

Image result for gambar senyum


1. Senyum membuat kita lebih menarik, membuat perasaan orang disekitar kita nyaman dan senang.
2. Senyum mengubah mood kita menjadi lebih baik.
3. Senyum membuat suasana menjadi lebih cerah dan membuat semua orang menjadi senang.
4. Senyum dapat mengurangi stres dan kita akan merasa lebih baik untuk menjalani hari berikutnya.
5. Senyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh menjadi lebih rileks.

Image result for gambar senyum

6. Senyum menurunkan tekanan darah.
7. Senyum melepas hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.
8. Senyum membuat wajah terlihat awet muda.
9. Senyum membuat kita terlihat sukses dan lebih percaya diri.
10. Senyum akan mengirimkan sinyal positif ke dalam tubuh kita.
Bagi sahabat yang jarang tersenyum,
ayo mulai dari sekarang budayakan tersenyum.
Karena tersenyum membuatmu? Tulis jawabanmu pada point 11 ya

Salah satu Sikap Pria Sejati Ketika Dia Berada Dalam Sebuah Hubungan



Lelaki sejati itu bukan hanya mitos. Langka, iya. Tapi bukan berarti sama sekali tidak ada. Jika kamu wanita dan selama ini merasa bahwa lelaki sejati itu sulit dicari, atau jika kamu pria yang menganggap remeh konsep lelaki sejati, ubah pemikiranmu sekarang juga. Mungkin justru kamu selama ini sudah menemukan — atau sudah menjadi representasi — sosok pria sejati.
Pria sejati bisa dilihat dari sikapnya. Bagaimana ia memperlakukan sejawatnya, bagaimana ia tetap hormat pada orang yang posisinya lebih di bawahnya. Dalam hubungan, sikap-sikap pria sejati bisa dijabarkandenganlebih spesifik lagi.Bagaimana penjabarannya?

 Lelaki sejati adalah dia yang mencintai dan menghargaiwanita.Ini tidak semudah kelihatannya!

dia mencintaimu 


Lelaki sejati adalah dia yang selalu mencintai dan mampu menghargai wanita seutuhnya. Dia akan mencintai si wanita tidak hanya dari fisik semata melainkan secara keseluruhan, termasuk kepribadian sertaimpiannya. Pria sejati mampu jatuh cinta terhadap seluruh hal yang berkaitan dengan wanita yang dipujanya. Hal ini dapat dibuktikan dari betapa dia selalu mendukung dan ikut mencintai hobi dan impian yang sedang dikejar oleh pasangannya.

Selain mencintai wanita dengan sepenuh hati, pria sejati juga akan menghargai wanita seutuhnya. Dia akan memperlakukan wanita layaknya ratu karena memang dialah yang bertahta di kerajaan hatinya.Di matanya, pasangannyaadalah wanitatercantik di dunia dan dia tidak akan segan untuk memujinya. Lelaki sejati juga mengharapkan cinta dan penghargaan yang sama seperti yang telahdiberikannya kepadasi wanita.