Iklan

Selasa, 01 Juli 2014

Resensi Buku: Berdoa dengan Bisikan Cinta




Sejak dulu, doa dijadikan senjata utama terhadap harapan yang diimpikan. Doa oleh sebagian besar umat Islam, selalu dibaca pada awal memulai sesuatu dan akhir melakukan sesuatu.

Doa tidak hanya dijadikan senjata di akhir usaha, tapi juga di awal bekerja. Hasil akhirnya barulah diakui sebagai takdir yang dengan ikhlas harus diterima. Sesudah itu, harus bertawakal terhadap semua keputusan Allah SWT.

Sayang, pada sebagian keyakinan manusia yang putus asa menghadapi hidup, doa dianggap suatu kesia-siaan. Mereka meyakini trakdir secara berlebihan, sehingga malas untuk berusaha. Padahal tidak ada yang tahu takdir diri sendiri, kecuali orang lain yang masih hidup waktu yang bersangkutan meninggal.

Tidak berlebihan kiranya, kalau dikatakan doa bukan sebagai pengganti usaha. Anda boleh saja membaca doa makan, tapi jangan berharap makanan dengan serta merta bisa masuk ke dalam mulut. Tetap dibutuhkan usaha mengayunkan tangan, dan jari jemari menyuapkan makanan ke dalam mulut.

Jadi satu kesalahan besar, jika bisa sukses dengan berdoa saja. Rasulullah SAW tetap berusaha, meski doanya dengan mudah bisa dikabulkan Allah SWT.

Ada pula yang malas berdoa, karena selama ini merasa doanya tidak pernah dikabulkan. Sayangnya mereka tidak mau mencari sebab doanya tidak dikabulkan.

Padahal salah satu penyebab doa belum dikabulkan, karena makanan dan minuman yang masuk tubuh masih berasal dari cara dan barang haram. Doa yang suci takkan tersambung jika bibir yang melantunkannya biasa makan dan minum sesuatu yang haram.

Sementara doa yang gampang dikabulkan, tergantung pada amalan seseorang. Para wali Allah, doanya sangat dekat dengan Allah. Apa yang mereka minta, dengan mudah dikabulkan.

Buku berjudul Berdoa dengan Bisikan Cinta ini, akan membuka mata pembacanya, akan pentingnya doa dalam kehidupan. Bahasan juga diperlebar pada masalah-masalah yang menjadi penyebab doa ditunda pengabulannya.

Tidak lupa disertakan penulis doa-doa para wali dengan keajaibannya. Bagi anda yang masih salah paham dengan doa, baiknya membaca buku ini. Satu hal yang disayangkan, penulis tidak menyertakan banyak doa sebagai bonus dalam bahasannya. Hendri Nova


Judul : Berdoa dengan Bisikan Cinta
Penulis : Muhammad Muhyidin
Penerbit : Himmah Media Utama
Cetakan :Pertama, Juli 2010 
Tebal : 202 Halaman

Sumber: http://hendrinova.blogspot.com/2010/10/doa-penuh-cinta.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar